Selasa, 20 Desember 2011

Pengertian Tawakal

Pengertian Tawakal

Firman Allah : ” Wa tawakkal ‘Alallahi wakafaa billahi wakilla ” (Dan bertawakallah kepada Allah dan cukup Allah sebagai pemelihara segala urusan) A.Q.S. 3:3.
Sabda Rasulullah : ” Ikatlah untamu dan bertawakallah ” ( R. Ibnu Hibban ).
Tawakal artinya berserah diri dan berpegang teguh kepada Allah atas semua urusan secara ikhlas setelah berikhtiar. Orang yang bertawakal harus mengembalikan segala urusannya kepada Allah setelah ia benar-benar berikhtiar. Jika kita bertawakal kepada Allah secara konsisten disertai dengan ikhtiar yang maksimal, Allah akan memberikan jalan keluar dan mencukupi segala urusannya.

Tawakal, Ikhtiar, Pasrah

Tawakal sering disalahpahami oleh sebagian orang yang diartikan pasrah.
Apalah artinya jika kita hanya berusaha tanpa berdoa dan berserah diri memberikan hasilnya kepada Allah? Dan apalah artinya jika kita hanya berdoa dan berdiam diri tanpa melakukan usaha untuk dapat mencapai hasil yang kita inginkan? Semua itu hanya akan menjadi sia-sia jika kita hanya melakukan hal-hal tersebut. Jika kita menginginkan hasil yang terbaik kita harus bisa menggabungkan dua komponen tersebut yaitu berikhtiar lalu bertawakal menyerahkan segala usaha yang telah kita lakukan dengan cara berdoa kepada Allah.
Apapun hasil yang kita peroleh itu semua sudah menjadi kehendak Allah, apabila kita melakukannya secara sungguh-sungguh hasilnya akan baik pula. Dan begitu juga sebaliknya apabila kita hanya bertawakal berdiam diri dan bermalas-malasan hasilnya akan sesuai dengan yang kita lakukan, pasti tidak sesuai dengan hasil yang kita inginkan.
 Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”. (Q.S. At-Taubah: 105)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar